Perkembangan kabel LAN
TrikCepat hallo guys pada hari ini saya akan share tentang perkembangan kabel LAN(local area network) yang biasa kita gunakan untuk share data maupu share internet antar pc/laptop.
Dalam perkembangannya, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) telah mengalami proses panjang sehingga membentuk beberapa generasi yang memiliki banyak perbedaan jika dilihat dari segi fungsi dan kecanggihannya. Jika diurutkan, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) memiliki 5 generasi mulai dari pertama kali ditemukan, hingga yang paling baru saat ini.
Untuk memahaminya secara lebih mendalam, berikut
ini daftar kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dari generasi ke
generasi, yang mana dalam proses kelahirannya kerap pula disebut dengan istilah
‘Kategori’ untuk membedakan sekaligus sebagai standar minimum untuk instalasi
LAN dan cocok untuk topologi jaringan :
Generasi Pertama (Kabel UTP Kategori 1)
Yang masuk dalam kategori kabel UTP
(Unshielded Twisted Pair) generasi pertama yakni sebuah kabel yang
diciptakan dan digunakan sebelum tahun 1983, dimana kala itu kabel UTP hanya
berfungsi sebagai media koneksi atau komunikasi suara analog saja. Jadi saat
itu konsep penggunaan kabel UTP sebagai media pendukung transmisi data sama
sekali belum terpikirkan, apalagi ditujukan sebagai salah satu perangkat keras
jaringan komputer.
Fungsi kabel UTP kategori 1 ini
juga masih sebatas media pendukung komunikasi suara (voice), mainframe dan dumb
terminal dan sangat tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
Generasi Kedua (Kabel UTP Kategori 2)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi 2 sudah sedikit lebih maju ketimbang
generasi yang pertama, karena kualitas transmisi yang dihasilkan sudah jauh
lebih baik. Selain itu dari segi fungsi juga berkembang dari yang tadinya hanya
sebagai media koneksi atau komunikasi suara analog saja menjadi media
komunikasi data dan suara
digital.
digital.
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi 2
ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik (4 Mbps) dengan
frekuensi hingga 4 MHz. Dan di jamannya kala itu umum digunakan untuk
menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi 4 Mb Token Ring network
dan protocol localtalk (Apple) dari IBM.
Generasi Ketiga (Kabel UTP Kategori 3)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi 3
merupakan era dimana fokus untuk menciptakan sebuah kabel UTP yang mendukung
transmisi data benar-benar diwujudkan dengan lebih serius. Jika kabel UTP
generasi 2 hanya mampu mentransmisikan data hingga 4 Mbps dengan frekuensi
hingga 4 MHz, pada kabel UTP generasi 3 ini sudah bisa memperoleh kecepatan
data hingga 10 Mbps dengan frekuensi mencapai 16 Mhz.
Kabel UTP jenis ini hanya mendukung jaringan
10BASE-T (Unshielded) saja, namun sudah umum digunakan oleh jaringan IBM Token
Ring yang berkecepatan 4 Mbps sebagai pengganti kabel UTP generasi yang
pertama. Kabel UTP kategori 3 ini juga menjadi kabel standar yang masih kerap
dipakai dalam industri telekomunikasi hingga saat ini, untuk kepentingan transfer
data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah.
Jenis kabel UTP kategori 3
ini juga cukup diminati oleh banyak kalangan karena terkenal murah dan tersedia
dalam berbagai pilihan sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan. Beberapa
diantaranya ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang
bahkan lebih.
Generasi Keempat (Kabel UTP Kategori 4)
Lagi-lagi kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
mendapat pengembangan, dimana pada generasi yang ke-4 ini kualitas transmisi
yang dihasikan sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP generasi
ketiga.
Kemampuan transmisi data telah berkembang dari
yang tadinya hanya 10 Mbps menjadi 16 Mbps sehingga dapat digunakan untuk
protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan frekuensi mencapai 20 Mhz. Dan
meskipun kabel UTP yang satu ini dapat mendukung jaringan Ethernet 100BASE-T,
namun umumnya dipakai pada jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 16 Mbps
(16 MB Token Ring).
Generasi Kelima (Kabel UTP Kategori 5)
Pada kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi
kelima, transmisi data telah meningkat drastis menjadi 100 Mbps dengan
frekuensi mencapai 100 Mhz, dari yang sebelumnya hanya 16 Mbps dan frekuensi 20
Mhz. Selain itu penggunaan kabel UTP generasi kelima juga menjadi sedikit lebih
luas yaitu mendukung jaringan Ethernet (10BASE-T) dan Fast Ethernet
(100BASE-T).
Kabel UTP yang telah distandardisasi oleh
Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association
(TIA) ini merupakan kabel jaringan yang paling populer di kalangan penggunakan
jaringan komputer, karena dikenal lebih murah ketimbang kabel jaringan jenis
Fiber Optic yang harganya bisa dua kali lipat lebih mahal dari kabel UTP
generasi kelima.
Generasi Kelima Bagian Kedua (Kabel UTP Kategori 5E)
Ini merupakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
generasi kelima yang mendapat pengembangan sehingga memiliki beberapa kelebihan
dibanding versi awalnya. Meskipun kecepatan transmisi data dan frekuensi kabel
UTP generasi ini masih sama dengan generasi sebelumnya, namun dari segi
kemampuan sudah mampu mendukung jaringan Gigabit Ethernet (1000BASE-T) karena
bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar
kualitas yang ketat. Perbedaan lainnya antara kabel UTP kategori 5 dan 5E
adalah standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabelnya yang berbeda
dimana pada kabel UTP kategori 5E dibuat lebih tinggi.
Kabel UTP yang kerap disebut dengan istilah 5E
(Enhanced Category 5) ini juga sudah mampu mendukung jaringan komputer Gigabit
Ethernet dengan frekuensi hingga 250 MHz. Meskipun tidak sebaik kabel UTP
generasi selanjutnya (Kabel UTP Kategori 6), namun kabel UTP kategori 5E ini
sudah bisa diandalkan untuk meladeni jaringan Gigabit Ethernet yang notabene
menuntut penggunaan kabel berkemampuan tinggi.
Saat ini kabetl UTP 5E ini sudah menjadi standar
bagi banyak intalasi jaringan yang memanfaatkan kabel UTP. Terlebih lagi
mengingat harganya yang tidak terpaut jauh dengan harga kabel UTP kategori 5,
alhasil banyak pengguna yang memilih untuk beralih dari memakai kabel UTP
kategori 5 ke kabel UTP kategori 5E pada instalasi jaringan milik mereka
masing-masing.
Generasi Keenam (Kabel UTP Kategori 6)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi 6
atau yang umum disebut kabel UTP kategori 6 memiliki kecepatan transmisi data
hingga 250 Mbps, atau boleh dibilang memiliki kemampuan yang 2 kali lipat lebih
besar ketimbang kabel UTP generasi 5 dan 5E.
Bisa dikatakan kabel UTP kategori 6 merupakan
kabel UTP yang memiliki standar sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini
identik dengan kategori 5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan
hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat
penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan
semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel
maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga kabel UTP kategori
6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya.
Jika Anda ingin membangun instalasi jaringan 1000Mbps
(1000BASE-TX) atau Gigabit LAN, maka tak ada pilihan lain karena jensi kabel
UTP kategori 6 inilah yang harus digunakan.
Generasi Keenam Bagian Dua (Kabel UTP Kategori 6A)
Ini merupakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
yang sudah ada namun masih terus mengalami tahap pengembangan, dimana kecepatan
transmisi data-nya bisa menembus angka 10Gbs, dengan frekuensi mencapai 500
MHz. Sementara penggunaannya diplot sebagai media pendukung jaringan 10GBASE-T
(Shielded/Unshielded).
Generasi Ketujuh (Kabel UTP Kategori 7)
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) generasi
ketujuh ini juga masih dalam tahap pengembangan dan belum diakui standarnya
oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry
Association (TIA) Dimana salah satu kelebihannya adalah mampu bekerja pada
frekuensi 600 MHz, serta didesain untuk jaringan 10GBASE-T (Shielded)/
Generasi Ketujuh Bagian Dua (Kabel UTP Kategori 7A)
Pengembangan dari kabel UTP (Unshielded Twisted
Pair) generasi ketujuh rencananya akan menghasilkan sebuah kabel UTP yang
disebut-sebut dengan istilah kategori 7A. Tentu saja ini merupakan project yang
masih dalam tahap pengembangan, dimana salah satu kelebihannya adalah dapat
bekerja pada frekuensi mencapai 1000 MHz untuk jaringan 10GBASE-T (Shielded).


Tidak ada komentar: